Bagi saya tiada hal yang lebih baik lagi selain mengenalkan seorang teman wanita kepada ibuku. Singkat cerita, sore itu menjelang magrib beberapa pesan singkat masuk, pesan yang dikirimkan oleh seorang yang dinanti-nanti kepulangannya dari kota kembang tempat dimana dia menuntut ilmu disalah satu perguruan tinggi negeri yang ada dikota itu. Ia mengatakan dalam pesan singkatnya bahwa dia sudah turun dari bis luar kota yang mengantarnya sampai dengan selamat. Tidak perlu menunggu lama saya pun melesat menuju kesana karena tidak ingin ia menunggu lebih lama lagi namun, ditengah perjalanan tiba-tiba motor yang saya kendarai mengalami kebocoran pada ban belakangnya. Rasa kesal dan jengkel menyelimuti relung hati dan memaksa saya untuk mendorong motor sampai ke tempat tambal ban, saya pun kembali mengirimkan pesan kepada seorang wanita yang menunggu disana untuk dengan berat hati agar naik angkot dalam kota sampai tempat dimana saya menambal ban yang bocor itu.
Tidak lama kemudian dia pun turun dari angkot, wanita yang mengenakan baju kembang-kembang dan berkerudung itu terlihat semakin cantik sekali sore itu. Tidak ada rasa marah yang terpancar dari kerut wajahnya karena sudah membiarkannya menunggu dan naik angkot untuk menghampiri saya ditempat tambal ban. Kita pun berbincang-bincang dengan hangatnya, saya menanyakan kepadanya "mau langsung pulang atau kemana dulu ?" ia pun mengajak untuk jangan pulang dulu tapi tidak tahu mau kemana. Hal itu membuat saya bingung karena teman kampus yang motornya sedang saya pakai menunggu saya dirumah, saya pun akhirnya mengajaknya untuk mampir kerumah saja dulu. Pertamanya dia menolak karena malu, cukup susah untuk meyakinkannya setelah lumayan lama bernegoisasi akhirnya ditengah perjalanan menuju rumah saya akhirnya saya pun berhasil meyakinkan ia untuk main ke rumah dan mengenalkannya ke ibu saya.
Sesampainya didepan rumah, dengan rasa malu yang berkecamuk didalam dada dia menahan langkahnya untuk masuk kedalam. Saya bimbang karena ini kali pertama saya mengenalkan seorang wanita kepada ibu, tidak tahu yang harus dilakukan saya meyakinkan ia lagi untuk menahan semua perasaan yang berkecamuk dalam diri yang sama seperti saya rasakan juga. Waktu itu masih dalam waktu solat magrib ibu saya pun terlihat masih solat, setelah selesai solat saya menghampirinya dan bekata "mah ada yang mau dede kenalin sama mama ?" tanpa pikir panjang ia langsung mencium tangan ibuku, sungguh sangat indah melihatnya. That my best day
Tidak lama kemudian dia pun turun dari angkot, wanita yang mengenakan baju kembang-kembang dan berkerudung itu terlihat semakin cantik sekali sore itu. Tidak ada rasa marah yang terpancar dari kerut wajahnya karena sudah membiarkannya menunggu dan naik angkot untuk menghampiri saya ditempat tambal ban. Kita pun berbincang-bincang dengan hangatnya, saya menanyakan kepadanya "mau langsung pulang atau kemana dulu ?" ia pun mengajak untuk jangan pulang dulu tapi tidak tahu mau kemana. Hal itu membuat saya bingung karena teman kampus yang motornya sedang saya pakai menunggu saya dirumah, saya pun akhirnya mengajaknya untuk mampir kerumah saja dulu. Pertamanya dia menolak karena malu, cukup susah untuk meyakinkannya setelah lumayan lama bernegoisasi akhirnya ditengah perjalanan menuju rumah saya akhirnya saya pun berhasil meyakinkan ia untuk main ke rumah dan mengenalkannya ke ibu saya.
Sesampainya didepan rumah, dengan rasa malu yang berkecamuk didalam dada dia menahan langkahnya untuk masuk kedalam. Saya bimbang karena ini kali pertama saya mengenalkan seorang wanita kepada ibu, tidak tahu yang harus dilakukan saya meyakinkan ia lagi untuk menahan semua perasaan yang berkecamuk dalam diri yang sama seperti saya rasakan juga. Waktu itu masih dalam waktu solat magrib ibu saya pun terlihat masih solat, setelah selesai solat saya menghampirinya dan bekata "mah ada yang mau dede kenalin sama mama ?" tanpa pikir panjang ia langsung mencium tangan ibuku, sungguh sangat indah melihatnya. That my best day

Tidak ada komentar:
Posting Komentar